zap beauty index

Potret Wanita Indonesia Dalam Mempercantik Diri

Siaran pers: untuk segera dimuat

Jakarta, 15 Agustus 2018

Meski masih banyak kosmetik ilegal yang terjaring razia oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan sepanjang tahun 2018, ternyata tidak sedikit juga wanita Indonesia yang tidak tergiur oleh kosmetik ilegal. Dari survei 17.000 lebih wanita Indonesia pelanggan klinik kecantikan yang terangkum dalam ZAP Beauty Index, terungkap bahwa 64% lebih wanita Indonesia lebih mementingkan keamanan produk kecantikan ketimbang harga murah.

Makanya tidak heran kalau 27% wanita usia 36-55 tahun berharap pelaku industri kecantikan mencantumkan label halal di setiap produk yang dikeluarkan. Sebaliknya, gadis remaja dibawah 18 tahun, masih lebih mementingkan hargamurahketimbang keamanan kosmetik.

ZAP Beauty Index juga memotret sisi ekonomi dari 17.000 wanita Indonesia pelanggan klinik kecantikan. Hanya 21% wanita yang membeli kosmetik dari media sosial, dan 54% lebih masih memilih membeli kosmetik di gerai resmi. Dan kartu debit ternyata alat pembayaran yang paling sering digunakan oleh wanita Indonesia dalam berbelanja produk kecantikan, mengalahkan pembayaran dengan menggunakan uang tunai dan kartu kredit.

Pertama Kalinya, Potret Komprehensif Konsumen Industri Kecantikan

ZAP Beauty Index adalah survei yang dilakukan ZAP Clinic dan Markplus terhadap 17.889 wanita Indonesia, rentang waktu Maret – Juli 2018. Ini adalah survei konsumen industri kecantikan paling lengkap dan komprehensif pertama di Indonesia.

Hasil temuan diatas hanya sebagian kecil dari puluhan temuan lainnya yang ada dalam ZAP Beauty Index. Hasil survei ini juga memperlihatkan data-data lain seperti brand skincare asal negara mana yang paling favorit, apa yang paling diharapkan konsumen dari produk kecantikan, media yang menjadi referensi utama untuk mencari produk, sampai berapa banyak pengeluaran bulanan wanita generasi milenial vs generasi X untuk perawatan kecantikan.

Hasil ZAP Beauty Index selengkapnya akan disampaikan ZAP Clinic pada acara launching ZAP Beauty Index, 20 Agustus 2018 jam 10:00 pagi, di Qubicle, Senopati, Jakarta Selatan.

Tentang ZAP Clinic

Sejak berubah dari sekadar klinik hair removal menjadi klinik kecantikan pada 2013 lalu, pertumbuhan ZAP Clinic pesat melebihi rata-rata industri kecantikan. Sampai pertengahan Juni 2018 ZAP Clinic sudah mendirikan 37 outlet di 13 kota. Respon pasar yang antusias membuat ZAP berencana menambah jumlah outlet ZAP menjadi 50 outlet sampai akhir 2018.

Sepanjang semester pertama 2018, jumlah perawatan kecantikan di ZAP mencapai 561,377 perawatan, melonjak 48 persen ketimbang semester pertama 2017 lalu. Pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri kecantikan yang hanya sekitar 12 persen per tahun (data L’Oreal – 2016).

Share with

Leave a Reply

Popular Post
Archives
en_US