event organizer

Ulas Job Desk: Event Organizer, Bukti Kesetaraan Gender dalam Dunia Kerja

Perkembangan dunia event organizer di Indonesia telah memperlihatkan ke arah yang menggembirakan. Terbukti dengan semakin menjamurnya event-event yang sudah makin banyak dilakukan apalagi setelah masa pandemi sekarang. Banyak juga jenis event yang menjadi bagian dari agenda public relations suatu brand atau perusahaan.

Media Buffet PR sendiri hampir tiap bulan menyelenggarakan event PR untuk klien. Mulai dari konferensi pers, editor luncheon, launching event, ,community event, dan masih banyak lagi.

Secara definisi, event adalah kegiatan atau agenda yang diadakan oleh seseorang atau organizer guna menampilkan dan merayakan juga memperingati hal-hal penting yang diselenggarakan pada waktu tertentu untuk mengkomunikasikan pesan tertentu pada pengunjung event atau ,target audiens tersebut.

Jadi, event adalah bentuk dari komunikasi. Itulah kenapa event dan public relations memiliki kaitan yang sangat erat.

Kemajuan Progresif di Dunia Event Organizer

Dulu penyelenggaraan event identik dengan pekerjaan laki-laki karena melibatkan banyak job desk lapangan yang gak cuma melibatkan otak, tapi juga seringkali tenaga fisik. Tapi sekarang, banyak tim event organizer berisikan perempuan juga, bahkan kadang dalam proporsi jumlah yang seimbang dengan laki-laki.

Dewasa ini makin marak pembicaraan tentang kesetaraan antara laki-laki dan perempuan atau biasa disebut dengan kesetaraan gender. Isu ini berangkat dari permasalahan ketimpangan keadaan dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan yang terjadi sejak dulu, terutama di dunia karir atau pekerjaan.

Namun, cepat atau lambat, perlahan dan pasti, perempuan sudah mulai banyak mengambil peran dalam pekerjaan yang awalnya banyak didominasi oleh kaum laki-laki ini, baik pekerjaan yang mengandung soft skill atau hard skill. Termasuk juga peran pekerjaan dalam sebuah event.

Potensi dari perempuan dan kapasitasnya tidak bisa dipungkiri sama rata dengan laki-laki. Kini, perempuan bukan hanya sekadar pendukung. Kehadiran perempuan bukan sebagai pelengkap. Bahkan kini perempuan mulai banyak menangani lini-lini krusial dalam sebuah event.

Ketika Perempuan Memimpin Sebuah Event

Sosok perempuan yang berkecimpung di dunia event salah satunya Putri Tanjung, menjadi CEO Creativepreneur, perusahaan di bidang Kreator Event. Dia terjun langsung untuk membuat event-event besar yang sukses seperti Creativepreneur Corner yang dilakukan setiap tahunnya.

Fenomena ini membuktikan bahwa perempuan juga bisa memimpin jalannya sebuah event baik yang berskala kecil maupun yang besar. Putri Tanjung menjadi salah seorang yang menjadi inspirasi saya untuk terjun ke dalam dunia event.

Menurut saya, menjadi anak event apalagi saya perempuan itu artinya menantang diri sendiri baik dalam segi konsep, tenaga dan waktu. Kalian harus siap sedia berpikir konsep event mau seperti apa, berapa banyak tenaga yang akan dikeluarkan misalnya untuk survey tempat, buat proposal event dan merealisasikannya secara detail, juga waktu dan tenaga yang mungkin banyak terpakai sehingga kamu tak akan bisa pulang tepat waktu atau bahkan tidur di tempat lain.

Intinya, menjadi anak event apalagi kita sebagai perempuan pasti akan menghadapi banyak rintangan. Namun dari tantangan itu maka kita akan sadar bahwa ini lho hal yang kita suka. Bahwasanya anak event akan ketemu orang banyak, dituntut berpikir kreatif, problem solving dalam waktu singkat, dan masih banyak lagi.

Jadi, kalian harus tahan banting untuk bisa menyukai pekerjaan event seperti ini. Banyak sekali hal-hal yang nantinya akan dihadapi seputar event.

Rintangan dalam Membuat Event PR

Saya sendiri merupakan seorang event and community manager di Media Buffet PR. Di PR agency tersebut, saya bertanggung jawab atas segala hal yang terkait dengan event organizing, dengan bantuan seorang event intern dan berbagai pihak ketiga.

Pastinya, event di Media Buffet PR selalu memiliki konteks public relations di dalamnya. Karena itu, saya menghadapi rintangan yang cukup unik. Sebuah event PR selalu melibatkan banyak pihak yang bekerjasama dalam satu waktu.

Maka dari itu di saat yang bersamaan, saya harus teliti memperhatikan detail-detail teknis sebuah event, sembari dituntut untuk lihai dalam berkomunikasi dan mengkoordinasikan satu stakeholder ke stakeholder lainnya. Pihak-pihak tersebut bisa mencakup klien, tim internal, hingga pihak ketiga seperti EO, komunitas, venue, catering dan vendor-vendor lainnya. Karena komunikasi adalah kunci di PR agency.

Share with
Popular Post
Archives
en_US